Sistematika struktur penulisan laporan

Sistematika dan Contoh Penulisan Laporan

Posted on

Komun.id – Apa yang dimaksud dengan Penulisan Laporan dan mengapa berbeda dari menulis esai ?
Penulisan Laporan memiliki tulisan yang lebih ringkas dan memiliki struktur formal, sering digunakan untuk mengkomunikasikan hasil atau temuan dari sebuah tugas.
Esai cenderung digunakan untuk menilai pemahaman berdasarkan gagasan tertentu. Simak penjabaran lengkapnya disini.

Sistematika dan Contoh Penulisan Laporan

Penulisan Laporan

Sebelum menulis laporan, harus jelas untuk siapa penulisan laporan dan untuk tujuan apa laporan tersebut telah dikerjakan.
Ingatlah audiens saat menulis laporan, pikirkan tentang apa yang perlu mereka ketahui. Misalnya, laporan bisa untuk:

  • Masyarakat umum
  • Staf Akademik
  • Manajemen senior
  • Pelanggan/klien.

Laporan biasanya dinilai berdasarkan konten, struktur, tata letak, bahasa, dan referensi. Harus mempertimbangkan juga fokus laporan, misalnya:

  • Apakah melaporkan eksperimen?
  • Apakah tujuan untuk memberikan informasi latar belakang?
  • Haruskah membuat rekomendasi untuk tindakan?

Bahasa

Laporan menggunakan bahasa yang jelas dan ringkas, yang dapat berbeda jauh dari penulisan esai, yang sering dipecah dalam beberapa bagian, yang masing-masing memiliki judul dan sub-judul sendiri. Bagian ini mungkin termasuk poin penting atau penomoran serta kalimat yang lebih terstruktur. Paragraf biasanya lebih pendek dalam laporan daripada di esai.

Baik esai dan laporan adalah contoh dari penulisan akademik. Diharapkan untuk menggunakan tata bahasa yang benar struktur kalimat, kosakata dan tanda baca.
Menulis Akademik adalah formal sehingga harus menghindari menggunakan apostrof dan kontraksi seperti “hal ini” dan  “yg “. Sebaliknya, gunakan “itu” dan “yang”.

Sistematika struktur penulisan laporan

Laporan jauh lebih terstruktur daripada esai. Dibagi ke bagian dan sub-bagian yang diformat menggunakan Bullet Point atau penomoran.
Sistematika Struktur penulisan laporan bervariasi antara disiplin ilmu, tetapi struktur yang paling umum adalah sebagai berikut:

1. Judul Laporan

Halaman judul harus informatif dan deskriptif, ringkas menyatakan topik laporan

2. Abstrak (atau ringkasan eksekutif dalam laporan bisnis)

Abstrak adalah ringkasan singkat dari konteks, metode, temuan dan kesimpulan dari laporan. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan pembaca Ikhtisar Laporan sebelum mereka terus membaca, Ringkasan Eksekutif harus menguraikan masalah kunci dan tujuan, dan kemudian mencakup temuan utama dan rekomendasi kunci.

3. Daftar Isi Laporan

Pembaca akan menggunakan daftar isi untuk mengidentifikasi bagian mana yang paling relevan bagi mereka. Pastikan bahwa laman konten benar mewakili struktur laporan.

4. Pengantar laporan

Dalam pengantar, harus menyertakan informasi tentang latar belakang untuk penelitian, dan apa maksud dan tujuannya. Dapat juga merujuk pada literatur di bagian ini; melaporkan apa yang sudah diketahui tentang pertanyaan/topik, dan jika ada kesenjangan. Beberapa laporan juga diharapkan menyertakan bagian yang disebut ‘ kerangka acuan ‘, mengidentifikasi siapa yang meminta laporan, apa yang dicakup, dan apa batasannya.

5. Metodologi

Jika laporan melibatkan kegiatan penelitian, harus menyatakan metode pelaporan, misalnya mungkin telah mewawancarai klien, mengorganisir beberapa kelompok fokus, atau melakukan peninjauan literatur. Bagian metodologi harus memberikan deskripsi yang akurat tentang materi dan prosedur yang digunakan sehingga orang lain dapat mereplikasi eksperimen yang di lakukan.

6. Hasil/temuan

Bagian hasil/temuan harus ringkasan objektif, yang dapat menggunakan tabel, grafik, atau angka untuk menggambarkan hasil yang paling penting dan tren. Tidak perlu mencoba untuk memberikan alasan untuk hasil tersebut (ini akan terjadi di bagian diskusi).

7. Diskusi

Dalam diskusi diharapkan untuk secara kritis mengevaluasi temuan. Mungkin perlu kembali menyatakan apa tujuan laporan untuk membuktikan dan apakah ini telah tercapai. Penulis juga harus menilai akurasi dan signifikansi temuan, dan menunjukkan bagaimana hal itu cocok dalam konteks penelitian sebelumnya.

8. Kesimpulan/rekomendasi

Kesimpulan harus merangkum hasil laporan dan membuat saran untuk penelitian lebih lanjut atau tindakan yang harus diambil. mungkin juga perlu menyertakan daftar rekomendasi tertentu sebagai hasil dari studi .

9. Referensi

Referensi adalah daftar dari setiap sumber yang telah digunakan dalam laporan . Laporan harus menggunakan gaya referensi standar yang disukai oleh sekolah atau departemen misalnya dari penelitian ahli Universitas Indonesia, Universitas Gajah Mada, IPB dll.

10. Lampiran Laporan

Harus menggunakan lampiran untuk memperluas pada poin yang dirujuk dalam badan utama laporan. Anda dapat menggunakan lampiran untuk memberikan informasi cadangan, biasanya data atau statistik, tetapi penting bahwa informasi yang terkandung secara langsung relevan dengan isi laporan.
Lampiran dapat diberikan judul abjad atau numerik, misalnya Lampiran A, atau lampiran 1. Urutan mereka muncul di bagian belakang laporan ditentukan oleh urutan yang disebutkan di badan laporan . Harus merujuk ke lampiran dalam teks laporan, misalnya ‘ Lihat Lampiran B untuk rincian hasil kuesioner ‘. Jangan lupa untuk daftar lampiran di halaman konten Anda.

11. Presentasi dan tata letak

Laporan ditulis dalam beberapa bagian dan mungkin juga mencakup data visual seperti angka dan tabel. Tata letak dan presentasi oleh karena itu sangat penting.
Tutor atau modul Anda buku pegangan akan menyatakan bagaimana laporan harus disajikan dalam hal ukuran font, margin, teks keselarasan dll

Contoh Penulisan Laporan Penelitian Sekolah

Contoh Penulisan Laporan

Jenis Tumbuhan Sayuran yang Ditanam Masyarakat di sekitar SMU Luqman Al Hakim Surabaya

Pendahuluan

Masa muda adalah masa yang penuh imajinasi kreatif dan melatih sosialisasi dengan lingkungan sekitar, termasuk pada siswa yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Umum. Sosisalisasi sangat di perlukan untuk melatih kepekaan anak terhadap lingkungan sekitar yang tentu saja akan memunculkan sikap imajinatif, kritis, serta kepekaan terhadap alam sekitar
Sikap tersebut muncul dengan diadakannya kegiatan yang menumbuhkan kreatifitas dan kepekaan siswa contohnya dengan diadakannya kegiatan penelitian jenis tumbuhan sayuran yang ditanam masyarakat sekitar SMU Luqman Al Hakim sebagai bagian dari tugas Biologi yang diadakan oleh fihak sekolah.
Untuk itu, kegiatan penelitian ini diadakan sebagai bagian meningkatkan potensi akademik siswa Kelas XI yang diadakan pada jam di luar sekolah selama 2 (dua) hari.

Tujuan Kegiatan

  • Meningkatkan kreativitas siswa
  • Menciptakan hubungan kerjasama antar sesama siswa dalam masing-masing kelompok
  • Memenuhi tugas Mata pelajaran Biologi

Kegiatan

Nama Kegiatan : Jenis Tumbuhan Sayuran yang Ditanam Masyarakat di sekitar SMU Luqman Al Hakim Surabaya
Tema : Pengenalan jenis tumbuhan sayuran di sekitar sekolah
Peserta : Semua siswa kelas XI.1 SMU luqman Al Hakim
Waktu : 29 – 30 November 2019

Anggaran

Pemasukan : Rp. 500.000,-
Pengeluaran : Rp. 450.000,-

Penutup

Demikian kegiatan penelitian Jenis Tumbuhan Sayuran yang Ditanam Masyarakat di sekitar SMU Luqman Al Hakim Surabaya sebagai tugas mata pelajaran Biologi kelas XI.1 yang telah terselenggara sukses dan lancar. Dalam pembuatan laporan ini masih banyak evaluasi dan pembelajaran yang kami dapatkan. oleh karena itu kami mohon maaf yang sebesar-besarnya atas segala kekurangan dalam penyusunan laporan ini. Sekian dan terimakasih.

Demikianlah penulisan Sistematika dan Contoh Penulisan Laporan. Semoga bisa menjadi sumber inspirasi anda. Silahkan Share tulisan ini agar banyak orang yang terinspirasi dengan tulisan ini. Jangan lupa juga untuk Merevisi, mengedit, dan mengoreksi Tulisan anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *