jenis gua

7 Macam Jenis Karakteristik Gua yang Ada Di Dunia

Posted on

Komun.id – Gua dibentuk oleh proses yang berbeda membentuk Jenis Karakteristik gua yang berbeda termasuk gua laut, Eolian, lava, batu, dan Solusi/Karst.

Gua selalu membuat kita terpesona akan ruang misterius penuh rahasianya. Memang, morfologi gua dan bentuk kehidupan yang hidup di lingkungannya sangat berbeda sekali dari dunia luar. Setiap gua memiliki karakteristik yang berbeda tergantung dari proses pembentukan serta lokasinya. Gua terbentuk oleh aksi erosif angin dan air di permukaan batu pada berbagai lanskap. Ditemukan di Padang pasir, pegunungan yang tinggi, di dalam gletser atau lanskap karst. Gua di lanskap karst paling umum dan juga paling sering dikunjungi manusia karena interior di dalamnya dihiasi oleh stalaktit, stalagmit dan speleotherms lainnya. Ilmu tentang gua dinamakan Speleologi. Berikut adalah 7 Macam Jenis Karakteristik Gua yang Ada Di Dunia.

7 Macam Jenis Karakteristik Gua yang Ada Di Dunia

Gua Karst

1. Gua Solusi/Karst

Gua Solusi atau Gua Karst adalah jenis gua yang paling umum dan kompleks. Terbentuk dari batuan larut, terutama batu kapur. Termasuk juga dolomit, kapur, garam, marmer atau batuan gipsum. Gua solusi terbentuk ketika air tanah merembes melalui celah kecil, retakan, sendi, bukaan permukaan di bawah tanah. Selama jaman geologi, retak kecil tersebut menjadi sistem gua besar. Gua batu kapur merupakan salah satu gua yang sangat indah karena dibentuk oleh endapan kalsium karbonat. Salah satunya adalah gua Mammoth di Amerika Serikat yang merupakan Gua terpanjang di dunia

2. Primary Cave – Gua Lava

Primary cave adalah gua yang terbentuk pada waktu yang sama dengan bebatuan yang ada disekitarnya, gua lava ini terbentuk melalui aktivitas vulkanik. Saat gunung api meletus, lava cair panas mengalir menuruni lereng gunung berapi, permukaan lava akan dingin dan membeku. Namun, lava cair terus mengalir di bawah permukaan yang padat, saat aliran berhenti akan menciptakan tabung berongga yang disebut tabung lava. Gua lava, gua inflasi, gua celah, dan saluran vulkanik adalah bentuk gua lain sejenis yang terbentuk dari aktivitas vulkanik. Gua Kazumura adalah contoh dari gua ini dengan panjang 65,8 Km  

3. Gua Talus

Gua Talus terbentuk di antara batuan yang secara alami jatuh ke dalam tumpukan acak di atas bukit atau gunung. Biasanya berukuran kecil. Batu yang berkaitan dengan gua talus biasanya adalah penyebab utama longsor di gunung karena posisinya yang tidak stabil. Taman Nasional Pinnacles di California, AS, terkenal dengan gua talus yang banyak dan mudah diakses.

4. Rock Shelters Cave

Adalah gua penampungan batu yang dihasilkan saat erosi batuan terjadi pada batuan tidak larut, Contohnya, di mana batu karang yang resisten seperti batu pasir menabrak batuan yang rentan terhadap erosi seperti sepih, pelaping oleh sungai mungkin akan menghilangkan serpih yang akan meninggalkan tempat penampungan batu dengan atap batu pasir. Meski tidak se rumit dan serumit jenis gua lainnya, jenis gua ini merupakan situs sejarah dan arkeologi yang penting bagi dunia. Sebuah situs Warisan Dunia UNESCO di Madhya Pradesh, India, adalah contoh terkenal dari Rock Shelters Cave

5. Gua Eolian

Jenis gua yang unik karena berukir angin, biasanya terbentuk di daerah gurun. Angin membawa silt atau partikel pasir secara terus menerus sampai menabrak tebing berbatu terus menerus selama jangka waktu yang panjang, gerakan erosif angin menciptakan cerukan sampai beberapa puluh meter panjangnnya. Contohnya ditemukan di Cumberland Gap National Historical Park, Kentucky, AS.

6. Gua Laut

Terbentuk oleh terjangan gelombang laut di sepanjang garis pantai yang mengkikis batuan dasar tebing selama periode geologi sehingga menciptakan gua. Gua laut sering menjadi daya tarik wisata. Beberapa diantaranya dapat diakses hanya dengan perahu kecil saat surut, sementara yang lain lebih mudah diakses dengan menyusuri pinggiran batu karang untuk berjalan menuju gua. Cathedral Cove Sea Cave, di Coromandel, Selandia Baru adalah contoh dari gua laut.

7. Gua Gletser

Terbentuk di dekat ujung Gletser. Biasanya ada dalam bentuk terowongan panjang antara batuan dasar dan es glasial. Gua terbentuk saat permukaan gletser meleleh mengalir ke bawah melalui celah ke dasar gletser. Dari sini, lelehan air akan memasok panas untuk mencairkan es di dasar, membentuk terowongan. Gua gletser tersebut bisa menghasilkan terowongan sampai beberapa kilometer panjangnya dan berakhir di mulut gletser. Gua ini hanya dapat dieksploitasi saat permukaan gletser membeku. Gua gletser Kverkfjöll di gletser Vatnajökull di Islandia adalah contoh dari sebuah gua gletser.

Semoga pembahasan 7 Macam Jenis Karakteristik Gua yang Ada Di Duniaini dapat menambah wawasan anda. Silahkan di share dengan mencantumkan link asli dari blog kami

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *