Klimatologi

Klimatologi Ilmu Iklim : Manfaat, Sejarah, Cabang Ilmu

Posted on

Klimatologi menurut para ahli adalah studi tentang Atmosfer dan pola iklim selama periode waktu tertentu. Bidang ilmu pengetahuan ini berfokus pada pencatatan dan menganalisa pola cuaca di seluruh dunia dan memahami kondisi atmosfer yang menyebabkan hal tersebut.

Klimatologi Ilmu Iklim : Manfaat, Sejarah, Cabang Ilmu

manfaat Klimatologi

Studi ini Memperhitungkan variabel dan rata-rata jangka pendek dan jangka panjang dari kondisi cuaca di wilayah tertentu. Berbeda dengan Meteorologi, yang merupakan studi tentang ramalan cuaca, Klimatologi terutama difokuskan pada kekuatan alami dan buatan yang mempengaruhi pola cuaca dalam kurun waktu jangka panjang, Berbagai pendekatan untuk bidang ini dapat diambil, termasuk Paleoklimatologi, yang berfokus pada mempelajari iklim selama keberadaan bumi dengan memeriksa catatan cincin pohon, batu, sedimen, dan inti es . Para ilmuwan yang mengkhususkan diri dalam bidang ini disebut Klimatologists.

Manfaat Klimatologi

Klimatologi penting karena membantu menentukan gambaran iklim di masa depan. Melalui penggunaan garis lintang, seorang ahli dapat menentukan kemungkinan salju dan hujan es mencapai permukaan. Anda juga bisa mengidentifikasi energi termal dari matahari yang dapat diakses ke suatu wilayah.

Klimatologi historis berfokus terutama pada perubahan iklim sepanjang sejarah dan dampak dari iklim pada orang dan peristiwa dari masa ke waktu. Meskipun bidang studi yang dianggap cabang dari bidang studi yang sama, Klimatologi berbeda dari Meteorologi karena fokusnya adalah pada rata-ratanya cuaca dan kondisi iklim selama jangka panjang waktu. Meteorologi lebih berfokus pada kondisi cuaca saat ini seperti kelembaban, tekanan udara, dan suhu dan peramalan kondisi cuaca jangka pendek yang akan datang.

Sejarah

Studi pertama tentang ilmu iklim diketahui berasal dari Yunani kuno, bahkan kata iklim berasal dari kata Yunani Kuno Klima, yang artinya ” Lereng”, mengacu pada kelandaian sumbu bumi. Bukti otentik penulisan pertama ditulis oleh Hippocrates sekitar 400 SM, yang berisi tentang Iklim dipengaruhi oleh Udara, air, dan kondisi alam. Karya ini berdasar dari pengamatan dampak iklim terhadap perbedaan budaya dan kesehatan antara asia dan eropa.

Iklim secara alami bergeser selama rentang waktu yang sangat besar di utarakan oleh ilmuwan Tionghoa Shen Kuo (1031 – 1095), hal ini berdasarkan pengamatan bambu yang membatu ditemukan di dalam tanah di dekat Yanzhou, China, iklim kering tidak cocok untuk pertumbuhan bambu.

Pada 1640 pencatatan iklim secara sistematis sudah mulai diterapkan setelah ditemukannya termometer dan barometer. Pelopornya adalah Edmund Halley, yang menerbitkan peta angin perdagangan di 1686 setelah pelayaran ke belahan bumi selatan. Benjamin Franklin (1706 – 1790) pertama kali memetakan jalannya aliran Teluk untuk digunakan dalam mengirim surat dari Amerika Serikat ke Eropa. Francis Galton (1822 – 1911) mencipta istilah anticyclone. Helmut Landsberg (1906 – 1985) mengembangkan penggunaan analisis statistik dalam Klimatologi, yang menyebabkan evolusi menjadi ilmu fisika.

Pada awal abad ke-20, Klimatologi sebagian besar difokuskan pada Deskripsi iklim regional. Klimatologi deskriptif ini terutama ilmu terapan, memberikan petani dan orang lain yang tertarik terhadap statistik cuaca dan memberikan gambaran kapan cucaca ekstrim akan terjadi. Hal ini cukup membantu dalam bidang pertanian dan penerbangan.

Cabang Ilmu

Ilmu cuaca sangat berhubungan dengan cabang Ilmu yang lain. Berikut dibawah ini adalah beberapa cabang Ilmu yang berkaitan secara langsung :

  • Biogeochemistry
  • Climate as complex networks
  • Climatic geomorphology
  • Climate reanalysis
  • Geophysics
  • Tropical cyclone rainfall climatology
  • Urban climatology

Sub Bidang

Ada kategori yang berbeda dari sub bidang Klimatologi yaitu Klimatologi deskriptif, Klimatologi ilmiah dan Klimatologi terapan. Kategorisasi berdasarkan kompleksitas dan tujuan penelitian. climatologists Terapan menerapkan keahlian mereka untuk berbagai industri seperti manufaktur dan pertanian

Paleoklimatologi mencoba untuk merekonstruksi kembali iklim pada masa lalu untuk menentukan frekuensi badai selama ribuan tahun yang lalu.

Klimatologi Sejarah mempelajari perubahan pola iklim yang berkaitan dengan sejarah manusia, berfokus pada beberapa ribu tahun terakhir sejak manusia prasejarah ada

Klimatologi lapisan batas sangat fokus pada pertukaran dalam air, energi dan momentum di dekat permukaan atmosfer. Selanjutnya diidentifikasi subbidang adalah :

  • Fisik,
  • Dinamis,
  • Tornado,
  • Regional,
  • Bioclimatology,
  • Terapan, dan
  • Sinoptik.

Studi tentang siklus hidrologi pada skala waktu panjang (hydroclimatology) dibagi lagi dalam subbidang Klimatologi salju dan hujan es

Semoga pembahasan Klimatologi Ilmu Iklim : Manfaat, Sejarah, Cabang Ilmu dari komun.id dapat membantu menambah wawasan anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *