Home Forums Blogs Photos People Search Chat Help About Ads Articles Chat Events Files More
Kehidupan dan Kematian Para Pecinta : Rumi
 
Welcome to the Community!

Post view

Kehidupan dan Kematian Para Pecinta : Rumi

Kehidupan

Kehidupan para pecinta dan kematian para pecinta tak sama dengan kehidupan dan kematian manusia pada umumnya. Bukan itu saja, bahkan kesadaran mereka juga berbeda. Mengapa? Sebab melalui cinta dan kekasih itulah mereka mencicipi  pengalaman kematian sejak di dunia ini.

Pengalaman eksistensial tentang kematian disebabkan ketenggelaman cinta yang begitu mendalam, membuat para pecinta tak sama dengan lainnya. Tak ditemukan lagi derita dan pahit di dalam kehidupannya. Seluruh kehidupannya seketika manis. Kematian baginya pun terasa manis.

 

 

Isra Mikraj dalam Pandangan Sufistik 1. Dalam persoalan Isra Mikraj, ada dua hal yang terkait satu sama lain; yakni yang memperjalankan (Tuhan) yang diperjalankan (Rasulullah saw)2. Dalam surah Al-Isra' 1  سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ . .

 

 


Saking asyik dan rindunya mereka kepada Kekasih, membuat seluruh eksistensinya menjadi eksistensi yang indah. Orang-orang seperti ini tidak hanya memiliki dunia, bahkan juga memiliki dunia sana. Bahkan lebih dalam lagi, dia tak lagi memiliki dunia ini dan juga tak memiliki dunia alam sana. Karena baginya tak ada lagi yang lebih penting kecuali Kekasih.

Kata Maulana Rumi:

 


"Para pecinta pergi dengan kesadaran,
Mereka pergi menuju Kekasih dengan manis,
Sejak alam 'Alastu' mereka minum air kehidupan,
Niscaya mereka pun pergi dengan cara yang indah,
Karena mereka hidup dalam cinta,
Tak seperti kehidupan manusia lainnya,
Bahkan melewati Malaikat dengan Luthf".

 



Muhammad Nur Jabir

 

Blog lainnya dari Penulis sama:

 

Adalah pancaran keindahan Ilahi,Namun yang itu, bukan kekasih,Adalah pencipta, namun yang seolah-olah indah itu, bukan makhluk. ~ Maulana Rumi   Bait syair di atas sebenarnya terkait dengan keindahan perempuan. Maulana Rumi ingin menjelaskan

 Derita Kerinduan Cinta

 

 

 

 

“Kuingin dadaku terbelah oleh perpisahan, Agar bisa ku ungkapkan derita kerinduan cinta. Setiap orang yang jauh dari sumbernya, Ingin kembali bersatu dengannya seperti semula.

 

 Jual Telinga Keledai!!

 

Jika manusia itu pada bentuk dan wajah,Ahmad dan Abu Jahal tak ada bedanya,.Jual telinga keledai! Beli telinga lain!Karena perkataan ini tak kan dipahami dengan telinga keledai.~ Maulana RumiJ

 

Sejak manusia membuka mata dan mampu menyaksikan alam ini, manusia memiliki dua bentuk pengetahuan, pengetahuan terhadap diri dan pengetahuan terhadap di luar diri. Sudah banyak rahasia yang telah tersibak dari kedua pengetahuan tersebut. Tentu kemajuan

 

 

Rumi Institute 12.04.2017 0 5664
Comments
Order by: 
Per page:
 
  • There are no comments yet
   Comment Record a video comment
 
 
 
     
Recommend
Rate
0 votes
Actions
Categories
Komunitas Rumi (5 posts)
Lifestyle (1 posts)
Maulana Rumi (4 posts)
Rumi (6 posts)
Syair Rumi (3 posts)
Back to Top